Isi BBM Tengah Malam pun Masih Antre

SAMARINDA, KOMPAS.com - Keberadaan SPBU yang beroperasi 24 jam di Samarinda, Kalimantan Timur, membantu pengguna kendaraan. Kendati demikian, kendaraan tetap antre mengisi premium dan solar pada tengah malam.

Terdapat dua SPBU yang buka 24 jam yakni SPBU di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Kusuma Bangsa. Pertamina menambah kuota 10 kiloliter solar dan 10 kl premium untuk SPBU yang beroperasi 24 jam. Berdasarkan pantauan Kompas, Senin (26/3/2012) tengah malam, panjang antrean mobil yang mengisi premium di SPBU Kusuma Bangsa lebih dari 100 meter.

“Saya sudah antre lebih dari setengah jam,” kata Jamin (32), salah satu pengemudi mobil. Namun, Jamin tetap memilih mengisi premium saat tengah malam karena panjangnya antrean kendaraan pada siang hari. SPBU pun kerap kehabisan stok.

“Meskipun sekarang antre, tapi gak separah kalau siang,” ucap Jamin. Di SPBU Slamet Riyadi, juga terdapat antrean kendaraan untuk mengisi solar pada tengah malam. “Biasanya sampai jam 01.00 Wita yang mengisi sudah sepi,” ucap salah satu petugas SPBU.

Kepala Depot Pertamina Samarinda Region VI Kalimantan Ilham Nasution mengatakan, dua SPBU tersebut buka 24 jam menghindari antrean di siang hari. Kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi dikhawatirkan menyebabkan kelangkaan di SPBU karena adanya pihak yang menimbun atau karena kepanikan masyarakat.

Untuk itu, Kepala Polres Kota Samarinda Komisaris Besar Arief Prapto Santoso telah menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi SPBU dan jalur distribusi BBM. “Kami juga berharap masyarakat melapor ke polisi jika mengetahui adanya penyimpangan atau penimbunan,” ujar Arief.

 

 

Posted in Nasional | Leave a comment

Kenaikan Harga BBM Belum Disepakati

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembahasan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih alot antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. Rencananya pembahasan akan dilanjutkan Jumat, (30/3/ 2012).

Menurut Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Satya W Yudha, pembahasan tersebut masih berlanjut karena ada beberapa hal yang belum rampung dibahas. Salah satunya adalah rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

“Memang jadwalnya sampai Jumat, karena pembahasan pun belum selesai. Masih membahas RABPD,” kata Satya saat dihubungi wartawan, Selasa (27/3/2012).

Sebelumnya, pada rapat Badan Anggaran Senin malam (26/3/2012) Banggar DPR RI dan pemerintah akhirnya menyetujui postur APBN-Perubahan 2012. Salah satu hal dalam postur tersebut adalah persetujuan subsidi bahan bakar minyak sebesar Rp 137,38 triliun dan subsidi listrik Rp 64,9 triliun.

Akan tetapi, pemerintah dan DPR belum sepakat soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Tim Perumus dan Pemerintah akan bertemu kembali pada Kamis (29/3/2012) pagi untuk melakukan sinkronisasi hasil Panja A, B dan C. Setelah itu, hasil pembahasan APBN-P 2012 akan disetujui dalam Rapat Paripurna yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/3/2012).

Hari ini, menurut Satya, DPR RI hanya akan menggelar rapat paripurna yang salah satu agendanya membahas hak Interpelasi yang diajukan oleh Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat mengenai moratorium remisi yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin. “Ya hari ini paripurna, salah satunya soal interpelasi,” pungkas Satya.

 

 

Posted in Nasional | Leave a comment

Ada Keluarga Sakit Kanker? Lakukan 4 Hal ini!

KOMPAS.com - Dukungan keluarga terhadap pasien kanker sangat dibutuhkan guna mengangkat mental dan semangat hidup si pasien. Ahli onkologi Cora Llave, MD dan Denky Dela Rosa, MD, mengatakan, keluarga adalah teman terbaik bagi pasien kanker dalam menghadapi” pertempuran” dengan penyakitnya.

“Kanker adalah penyakit keluarga. Setiap orang yang terkena kanker, akan berpengaruh juga kepada seluruh keluarga baik berupa emosional, psikologis, finansial, maupun fisik,” kata Dela Rosa.

Tidak ada aturan yang pasti soal bagaimana anggota keluarga harus memperlakukan pasien kanker. “Yang paling penting adalah Anda harus selalu hadir di kehidupan pasien dan dalam setiap kasus yang mereka hadapi,” tegasnya.

Sementara itu Llave mengatakan, dalam banyak kasus, anggota keluarga biasanya tidak tahu bagaimana menghadapi situasi tersebut. Namun yang pasti, setiap pasien kanker umumnya lebih menyukai rutinitas atau perlakuan khusus tambahan.

Berikut ini adalah panduan umum bagi Anda yang memiliki anggota keluarga yang sakit kanker :

1. Hadir untuk mereka

Kehadiran orang terdekat sangat penting bagi pasien kanker, karena mereka sangat memerlukan dukungan emosional. “Anda harus selalui ada bersama dia (pasien kanker) baik ketika berkonsultasi dengan dokter atau saat-saat di mana mengalami komplikasi akibat penyakitnya sendiri. Keberadaan Anda akan memberi dukungan emosional,” kata Dela Rosa.

2. Belajar menerima

Setiap orang pasti berat menerima kenyataan jika ada anggota keluarga mereka yang terkena kanker. Meski sulit, Anda harus ikhlas menerimanya. Anggaplah tidak pernah ada sesuatu. Perlakukan keluarga Anda (pasien kanker) seperti orang normal pada umumnya. Hal ini akan membantu pasien lupa bahwa dia sedang menderita penyakit. Jangan sekali-kali Anda mencoba untuk merubah kebiasaan pasien.

“Mengubah rutinitas dapat menghambat proses kesembuhan pasien. Jika pasien ingin melakukan joging setiap hari, dukung dia untuk terus melakukannya joging,” katanya.

3. Memahami penyakit

“Secara garis besar, pasien kanker masih berpikir bahwa mereka akan mati,” kata Dr Llave.

Dengan kondisi seperti itu, perubahan besar dan kecil dalam tubuh akan sangat mengganggu mereka. Tetapi, jika anggota keluarga mampu memahami perkembangan penyakit dan tahap-tahap pengobatan pasien, ini akan sangat membantu.

Dela Rosa menambahkan, banyaknya informasi yang dapat digali oleh anggota keluarga untuk memahami penyakit anggota keluarga yang menderita kanker, salah satunya lewat informasi online.

Namun demikian, Anda harus tetap berhati-hati tentang apa yang Anda baca. Pasalnya, beberapa pasien kanker bisa memiliki “pikiran negatif akan apa yang telah mereka baca di internet,” katanya.

4. Bersabar

Kesabaran sangat penting. Ada saat di mana anggota keluarga tidak memahami pasien. “Seorang pasien tidak mau makan, bukan karena dia tidak mau makan, tetapi akibat pengaruh dari tumornya. Hal ini sebenarnya yang membuat pasien tidak memiliki nafsu makan,” jelas Rosa.

Rosa mengatakan, jika pasien tidak mau makan, Anda bisa memasak makanan favorit pasien. Meski begitu, pasien biasanya tidak akan makan lebih dari 2-3 sendok.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh :

Sumber :

 

 

Posted in Kesehatan | Leave a comment

40 Persen Kanker Dipicu Gaya Hidup

Kompas.com - Hampir separuh dari kasus kanker yang didiagnosa setiap tahunnya ternyata dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, atau pola makan yang tidak sehat.

Tembakau merupakan penyebab terbesar, yakni menyebabkan 23 persen kasus kanker pada pria dan 15,6 persen pada wanita. Di urutan kedua adalah kurang makan sayur dan buah pada pola makan pria dan kegemukan pada wanita. Demikian menurut laporan dari Cancer Research di Inggris yang dimuat dalam British Journal of Cancer.

Ketua peneliti, Profesor Max Parkin mengatakan hasil penelitian ini merupakan analisa yang paling komperhensif saat ini.

“Banyak orang yang yakin bahwa kanker adalah penyakit yang sudah ditakdirkan karena ada dalam gen yang diturunkan. Padahal kalau kita melihat bukti dan data, ternyata 40 persen kanker disebabkan karena pola hidup yang salah,” katanya.

Karena itu pada dasarnya kanker bisa dicegah. Pada pria, strateginya adalah berhenti merokok, mengasup lebih banyak buah dan sayur serta mengurangi konsumsi alkohol.

Sedangkan pada wanita, disarankan untuk berhenti merokok dan menjaga berat badan. “Kami sebenarnya tidak menduga bahwa pada kelompok perempuan kegemukan merupakan faktor risiko yang lebih besar dibanding alkohol,” katanya.

Dalam penelitian Parkin, secara umum ada 14 faktor lingkungan dan gaya hidup yang berpengaruh pada penyakit kanker. Faktor lingkungan antara lain adalah lokasi tempat tinggal dan pekerjaan yang dilakukan.

Satu dari 25 kanker berkaitan dengan pekerjaan, misalnya apakah seseorang terpapar bahan kimia atau asbes lebih sering sering dari lingkungan kerjanya.

Berbeda dengan penelitian lain, dalam analisa Parkin ini ternyata faktor kegemukan berpengaruh lebih besar pada kejadian kanker payudara dibanding konsumsi alkohol atau riwayat pernah memberikan ASI atau tidak.

Untuk kanker usus, risiko terbesar datang dari konsumsi makanan yang mengandung garam terlalu tinggi.

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh :

 

 

Posted in Kesehatan | Leave a comment

85 Persen Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut

Jakarta, Kompas - Studi awal dari Fase II ASEAN Costs in Oncology menunjukkan, 85 persen pasien dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker. Ini indikasi kanker berpotensi membuat keluarga ekonomi menengah dan rendah menjadi semakin miskin.

”Jika di keluarga ada yang menderita kanker payudara, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun. Maka, orang yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut,” kata Prof Hasbullah Thabrany dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan dan Analisa Kebijakan, Universitas Indonesia, pada peluncuran Fase II Studi ASEAN Costs in Oncology (Action), Jumat (16/12), di Jakarta.

Action adalah kajian multinasional tentang dampak sosial ekonomi kanker yang dilakukan oleh The George Institute, Sydney, difasilitasi oleh The ASEAN Foundation dan Roche Asia Pasifik. Studi dilakukan di delapan negara ASEAN, yaitu Malaysia, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, studi akan dilaksanakan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, pada 2.400 pasien kanker dan keluarga.

Studi dimulai Januari 2012 di 12 rumah sakit, yaitu RS Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Medistra, dan MRCCC (Jakarta); RS dr Hasan Sadikin (Bandung); RS dr Kariadi (Semarang); RS dr Sardjito (Yogyakarta); RS dr Sutomo dan Klinik Onkologi (Surabaya); RS Sanglah (Denpasar); RS dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); serta RS dr Adam Malik (Medan).

Masukan bagi pemerintah

Selama setahun pasien dan keluarga dipantau beban keuangannya, dari sisi perawatan ataupun biaya tidak langsung, seperti transportasi. Selain mengetahui besaran biaya untuk penderita kanker dan keluarganya selama perawatan, hasil studi bisa menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan dalam pengendalian kanker. Menurut Hasbullah, penelitian akan selesai tahun 2013, dan diharapkan menjadi masukan bagi kebijakan pemerintah terkait penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional tahun 2014.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mendukung studi ini. Ia memaparkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan angka 13 persen (7,4 juta) dari semua kematian per tahun. Sebanyak 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi tumor 4,3 per 1.000 penduduk di Indonesia. Kanker penyebab kematian nomor tujuh setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, perinatal, dan diabetes. Menurut sistem informasi RS, jenis kanker tertinggi di RS seluruh Indonesia pada pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara (18,4 persen), disusul kanker leher rahim (10,3 persen).

Di Indonesia, 70 persen kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut. Akibatnya, angka bertahan hidup rendah dan menyerap anggaran besar. Data PT Askes, kanker menempati urutan keempat penyerapan biaya rawat jalan dan tindak lanjut pada 2010.

(ICH)

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh :

Sumber :
Kompas Cetak

 

 

Posted in Kesehatan | Leave a comment

Berbelas Tak Pernah Sia-sia

KOMPAS.com — Pengusaha Sukanta Tanudjaja memandang pria di depannya dengan galau. Ia terenyuh kepada pria 30 tahun tersebut karena masih semuda itu menderita sakit ginjal dan lever yang parah. Padahal, dua anaknya baru berusia dua dan empat tahun.

”Engkau ke dokter sekarang,” ujar Sukanta sambil memasukkan sejumlah uang ke saku anak muda itu. ”Besok kebetulan saya akan ke Tiongkok. Saya akan bawakan obat manjur dari sana untuk mengobati penyakitmu,” ujarnya.

Pulang dari Tiongkok, Sukanta membawa obat yang direkomendasi di sana berdasarkan rekam medis anak muda itu. Pria tadi akhirnya sembuh dan melanjutkan kuliahnya di S-2 Universitas Indonesia dan S-3 di Boston, Amerika Serikat, dengan beasiswa sebuah perusahaan di Indonesia. Kini, ia sukses bekerja di sebuah perusahaan pertambangan.

Ia hormat kepada Sukanta tidak semata karena pernah dibantu, tetapi karena sosok yang patut dihormati. ”Kalau saya ajak berbicara tentang bantuannya 13 tahun silam, ia hanya tersenyum, lalu cepat-cepat mengalihkan percakapan,” ujarnya.

Dalam dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan, Sukanta dikenal setia kawan. Pengusaha ritel dan perangkat otomotif ini acap bercerita bahwa ia bisa seperti sekarang karena kemurahan Tuhan, juga kebaikan sahabat-sahabatnya. ”Jangan pernah takut berbagi karena rezeki kita seluas rahmat Allah,” ujarnya

Kebaikan sahabat-sahabat membuatnya selalu setia kawan. Rasa inilah yang selalu menopangnya, termasuk ketika perusahaannya terayun ombak. Banyak teman dekatnya yang seolah berebut membantunya.

Tentu tidak hanya Sukanta yang punya sikap seperti ini. Pelbagai kalangan, termasuk para pengusaha, memiliki belas yang sama. Seorang bankir yang terjerembab akibat krisis ekonomi 1998 menyatakan, saat bingung karena asetnya tergerus 70 persen, ia kedatangan tamu, mantan pejabat tinggi yang hendak berobat ke Jepang, tetapi terhalang ”kantong kering”.

Pengusaha ini pun membantu, bahkan menunggui pejabat itu. ”Ini bisa saya lakukan karena saya tidak sesibuk dulu,” ujarnya. Ketika menunggu pejabat itu, dokter di sana mengajak ia mengecek kesehatan. Dari pemeriksaan yang subtil, ia divonis menderita kanker paru-paru stadium satu. Ia segera berobat dan berada di sana tiga bulan. ”Kalau saya tidak mengantarnya, mana saya tahu kena kanker? Sekarang saya sembuh total.”

Tiga tahun kemudian, saat mengantar sahabatnya berobat ke sebuah klinik terkenal di Amerika Serikat, pengusaha ini kembali diajak mengecek kesehatan. Ternyata, ia mengidap kanker kulit stadium 2 C. Ia terkejut, lalu menjalani terapi di sana. Enam bulan kemudian, ia dinyatakan sembuh hingga kini.

Seorang pengusaha besar yang di antaranya bergerak di bidang makanan ringan bercerita hal yang sama. Ia mengantar temannya berobat di Singapura tahun 2001. Dokter keponakannya mengajak dia mengecek kesehatan. Dari pemeriksaan yang renik, ketahuan bahwa ia menderita kanker getah bening stadium dua. Ajaib, ia bisa sembuh dan sehat hingga hari ini.

Menurut Sukanta, juga kedua pengusaha tersebut, kita jangan pernah ragu berbuat baik sebab berbuat baik tidak pernah sia-sia. Ketiga pengusaha tersebut menyatakan, jangan ge-er saat membantu orang. Siapa yang tahu kalau lima menit kemudian justru mereka itulah yang membantu kita dari kesulitan.

 

 

Posted in Keuangan | Leave a comment

Umat Islam-Hindu di Lombok Perang Topat

LOMBOK BARAT, NTB, KOMPAS.com–Sekitar 1.000 umat Islam dan Hindu, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menggelar ritual budaya “Perang Topat” atau saling lempar dengan menggunakan ketupat.

Ritual budaya tahunan suku Sasak yang beragama Islam dan umat Hindu tersebut dipusatkan di Pura Lingsar, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu.

Pura lingsar yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dibangun pada 1759 oleh Raja Anak Agung Ngurah dari Kerajaan Karang Asem, Bali, yang pada waktu itu memerintah bagian barat Pulau Lombok.

“Perang Topat” tersebut diawali dengan pelemparan ketupat perdana oleh Bupati Lombok Barat, H M Zaini Arony didampingi Wakil Bupati Lombok Barat H Lalu Mahrip dan sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Ritual saling melempar dengan ketupat dimulai setelah acara di pura atau kemalik selesai digelar atau tepatnya pada saat “rara’ kembang waru” (gugur bunga waru) sekitar pukul 17.00 Wita.

Sebelum menjadi alat perang, ribuan ketupat sebesar telur tersebut terlebih dahulu diarak menuju “kemalik” atau tempat suci yang dikeramatkan oleh umat Islam dan Hindu yang ada di Pulau Lombok, khususnya di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Prosesi saling lempar berjalan tertib dan berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu, warga terutama kaum tani yang berhasil memperoleh ketupat yang masih utuh membawa pulang untuk ditebar di sawah, karena dipercaya bisa memberikan kesuburan pada tanah garapan, sehingga hasil panen melimpah.

“Perang Topat” digelar setiap tahun pada bulan purnama Sasih keenam menurut kalender Bali dan kepitu’ (tujuh) menurut kalender Sasak.

“Perang Topat” merupakan rangkaian dari pelaksanaan upacara pujawali. Upacara ini dihajatkan sebagai ungkapan “suksma” (terima kasih) umat manusia kepada Sang Pencipta yang telah memberikan keselamatan, sekaligus mohon berkah.

Ritual budaya yang sudah menjadi kalender tetap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tersebut disaksikan sejumlah wisatawan mancanegara. Mereka tampak antusias mengabadikan moment warga Lombok yang saling lempar dengan ribuan ketupat sebesar telur yang sudah disediakan panitia.

Bupati Lombok Barat H Zaini Arony sebelum memulai “Perang Topat, mengatakan, ritual budaya “Perang Topat” merupakan filosofi suku Sasak yang beragama Islam dan Hindu di Pulau Lombok, khususnya di Kabupaten Lombok Barat.

“Ritual ini sebagai sebuah bentuk penghormatan umat Islam di Pulau Lombok terhadap para wali. Begitu juga dengan umat Hindu di Pulau Lombok menjadikan ritual ini sebagai sebuah penghormatan bagi Sang Pencipta alam,” ujarnya.

“Perang Topat” yang melibatkan dua pemeluk agama, yakni Islam dan Hindu, namun berasal dari etnis Sasak, kata Zaini, hanya ada di Lombok dan tidak ada di Bali.

“Perang Topat” adalah perang untuk perdamaian, kesejahteraan dan kekeluargaan yang diadakan secara turun temurun dan sudah menjadi salah satu tradisi  warisan leluhur suku Sasak (nama suku di pulau Lombok) dan suku Bali.

“Ritual ini bukan perang seperti di Irak atau Palestina yang menggunakan bom. ’Perang Topat’ adalah perang untuk perdamaian. Jadi tidak perlu khawatir, tidak perlu bawa bom molotov atau senjata tajam. Dari Lingsar untuk perdamaian Indonesia,” katanya.

Sumber :
ANT

 

Posted in budaya | Leave a comment

AS Akan Tempatkan Kapal Perang di Singapura

Kapal tempur kawasan pantai (LCS) USS Freedom

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Belum habis kehebohan yang ditimbulkan dari rencana penempatan 2.500 pasukan marinir AS di Darwin, Australia, sudah muncul kabar terbaru bahwa Angkatan Laut AS akan menempatkan beberapa kapal perang tergresnya di Singapura, dan di masa depan kemungkinan juga di Filipina.

Rencana itu terungkap dalam makalah yang ditulis Panglima Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Jonathan Greenert dalam kumpulan makalah ilmiah yang diterbitkan US Naval Institute edisi Desember dan dirilis Reuters, Kamis (15/12/2011) waktu AS.

Menurut Greenert, rencana itu merupakan bagian dari pemfokusan strategi militer AS di kawasan “persimpangan jalur maritim” Asia Pasifik. “Kami berencana menempatkan beberapa kapal tempur pantai (littoral combat ships/LCS) kami di fasilitas AL Singapura. Ini akan membantu AL (AS) mempertahankan postur kekuatan garis depan global kami dengan jumlah kapal dan pesawat yang lebih kecil daripada saat ini,” tulis Greenert.

LCS adalah jenis kapal perang terbaru yang dikembangkan AL AS yang dirancang khusus untuk beroperasi di kawasan perairan dangkal dekat pantai. Kapal ini mampu menghadapi berbagai ancaman, seperti ranjau laut, kapal selam diesel, dan perahu cepat bersenjata.

Pengembangan kapal perang yang cocok untuk operasi di kawasan kepulauan ini sedang digarap Lockheed Martin, General Dynamics Corp, dan Austal dari Australia. Salah satu kapal buatan Lockheed Martin yang sudah jadi, USS Freedom, sedang menjalani uji coba di pangkalan US Navy di San Diego, AS.

Menurut Greenert, kapal-kapal yang akan ditempatkan di Singapura akan menjalankan operasi militer bersama untuk menghadapi bajak laut dan perdagangan ilegal di kawasan Laut China Selatan. Dengan menyebut Laut China Selatan, Greenert secara tidak langsung menyentuh isu sensitif di kawasan ini, terutama terkait klaim teritorial China yang meliputi hampir seluruh wilayah laut tersebut.

Rencana penempatan pasukan marinir AS di Darwin tahun depan pun sempat diduga berkaitan dengan usaha menandingi pertumbuhan pesat militer China meski para pejabat Departemen Pertahanan AS membantah hal itu.

Selain menempatkan kapal-kapal LCS di Singapura, AS juga akan menempatkan pesawat patroli P-8A Poseidon atau pesawat pengintai tak berawak pada 2025. Pesawat-pesawat itu secara rutin akan diterbangkan di atas wilayah Filipina dan Thailand untuk “membantu negara-negara itu meningkatkan kewaspadaan wilayah maritim”.

Sumber lain yang diminta tanggapannya tentang rencana Greenert ini juga menambahkan, ada rencana untuk menempatkan kapal-kapal perang AS di Filipina.

Menurut Greenert, langkah penempatan perlengkapan militer di negara-negara sekutu itu karena untuk sementara AS kemungkinan tidak akan sanggup menanggung ongkos finansial dan diplomatik untuk membuka pangkalan utama baru di negara lain, seperti yang ada di Jepang atau Korea Selatan.

“Armada tahun 2025 akan mengandalkan pelabuhan-pelabuhan dan fasilitas lain di negara-negara penerima, tempat kapal-kapal, pesawat, dan para kru kami bisa mengisi ulang bahan bakar, beristirahat, mengambil suplai, dan menjalani reparasi saat ditugaskan,” tandas Greenert.

Sumber :
Reuters

 

Posted in Internasional | Leave a comment

Berat Badan Lahir Rendah, Bayi Rentan Penyakit

KOMPAS.com - Bayi yang lahir dengan berat badan rendah dari yang seharusnya akan berdampak pada kondisi kesehatannya di masa dewasa. Bayi-bayi ini berisiko tinggi menderita penyakit kronik, kegemukan, diabetes, hingga penyakit jantung.

Setiap tahunnya, diperkirakan lahir sekitar 350.000 bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Tingginya kelahiran bayi BBLR itu karena saat ini terdapat 13 persen perempuan usia subur yang menderita kurang gizi. Bayi disebut lahir dengan berat rendah jika bobot tubuhnya kurang dari 2,5 kilogram saat dilahirkan cukup bulan (40 minggu).

Menurut  ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI/RSCM dr. Saptawati Bardosono, perempuan usia produktif yang kurang gizi jika di masa kehamilannya tidak memperhatikan gizinya akan melahirkan bayi dengan BBLR.

“Ibu yang kurang gizi, ditambah faktor lingkungan seperti stres dan infeksi, akan menyebabkan perubahan pada tingkat metabolisme sel sehingga terjadi gangguan pada perkembangan organ bayi,” katanya dalam acara simposium Early Life Nutrition yang diadakan oleh Nutricia di Jakarta (6/12).

Pembicara lain, dr.Titis Prawitasari, Sp.A, dari RSCM Jakarta menjelaskan, karena suplai nutrisi yang kurang selama kehamilan maka janin akan melakukan mekanisme adaptasi dengan cara mengubah hormon.

“Kondisi stres ini akan mengganggu tumbuh kembang janin sehingga organ-organ tubuhnya kecil. Akhirnya mereka sudah diprogram mengalami berbagai gangguan kesehatan,” paparnya.

Ia menjelaskan berbagai penelitian ilmiah membuktikan bayi BBLR lebih rentan menderita hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit kronik lainnya di usia dewasa.

Menurut Saptawati, status gizi ibu hamil yang rendah ini sebenarnya sudah terjadi sebelum kehamilan, yakni selama masa kanak-kanak sampai usia dewasa.

“Perempuan yang mulai hamil dengan indeks massa tubuh kurang dari 18,5 akan sulit memperbaiki gizinya, kondisi ini bisa membuat siklus berulang,” katanya.

Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi seharusnya diperhatikan sejak masa anak-anak. “Biasakan anak untuk makan dengan lengkap dan seimbang sehingga seluruh kebutuhan gizi makro dan mikro terpenuhi. Kebiasaan ini akan terbawa sampai ia dewasa sehingga mereka siap melahirkan anak-anak yang sehat,” katanya.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh :

 

Posted in Kesehatan | Leave a comment

10 Tanda Awal Kehamilan

Kompas.com - Bagi mereka yang sedang menantikan momongan, tentu rasa penasaran akan berhasil tidaknya pembuahan hanya bisa dijawab dengan dua garis atau tanda positif di alat cek kehamilan. Namun sebelum Anda melakukan pengetesan, ada beberapa gejala awal kehamilan yang mungkin dirasakan. Simak tanda-tanda berikut, barangkali Anda mengalaminya.

1. Napas pendek

Bila kegiatan berjalan kaki yang rutin Anda lakukan dari tempat parkir ke kantor kini malah membuat Anda terengah-engah, bisa jadi ini tanda Anda sedang hamil. Janin yang sedang tumbuh memerlukan oksigen sehingga jatah oksigen Anda berkurang. Hal ini akan terus berlanjut sepanjang kehamilan.

2. Payudara bengkak

Payudara yang semakin bengkak dan terasa lebih lembut, warna aerola yang semakin gelap, serta guratan pembuluh darah yang timbul merupakan tanda awal kehamilan.

3. Kelelahan

Jika Anda mendadak merasa mudah lelah, mungkin itu merupakan respon pada peningkatan hormon di dalam tubuh. Pada kebanyakan wanita, rasa kelelahan ini biasanya dialami di tri semester pertama kehamilan.

4.Mual

Kebanyakan wanita mengalami gejala mual-mual pada usia kehamilan 6 minggu, tetapi ada juga yang mengalaminya lebih awal.

5. Sering buang air kecil

Tidur nyenyak Anda belakangan ini sering terganggu karena harus sering bangun untuk buang air kecil? Bisa jadi ini tanda kehamilan karena saat berbadan dua tubuh menghasilkan ekstra cairan sehingga kandung kemih bekerja lebih keras dan Anda merasa terus ingin buang air kecil.

6. Sakit kepala

Tak sedikit wanita yang mengeluhkan sakit kepala di awal kehamilan. Ini merupakan akibat dari perubahan hormon. Karena itu berhati-hatilah dalam memilih obat pereda nyeri yang dikonsumsi.

7. Kram perut

Apakah kram perut yang diderita akibat PMS atau kehamilan? Agak sulit dipastikan, tetapi gejala kram perut juga bisa jadi pertanda rahim melebar untuk menyiapkan tempat bagi pertumbuhan bayi.

8. Sembelit dan kembung

Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan bisa menyebabkan sistem pencernaan melambat yang berakibat pada kesulitan buang air besar dan perut terasa kembung.

9. Perubahan mood

Merasa lebih moody beberapa hari ini? Perubahan emosi yang terjadi bisa jadi disebabkan perubahan hormon karena tubuh sedang beradaptasi dengan hormon yang baru.

10. Indra penciuman lebih sensitif

Banyak wanita yang merasakan indra penciumannya lebih sensitif pada bau di masa awal kehamilan.

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh :

Sumber :

 

Posted in Kesehatan | Leave a comment